Episode 1. First meet with you is the most awesome thing i had.
 

Aku tidak sabar lagi, kutinggalkan gerbang sekolah dan kupaksakan kakiku berlari menembus hujan yang deras, melewati jalanan yang becek dan berlumpur. Mau bagaimana lagi ? sudah hampir satu jam aku menunggu hujan reda, namun tetap saja hujannya sangat deras. Seisi sekolah sudah sangat sepi, yang bisa kudengar hanyalah gemercik suara hujan yang jatuh. Tentu saja hari ini aku pulang terlambat, karena harus mengikuti kelas melukis. Menggambar adalah hobiku, oleh karena itu aku mengambil kelas melukis sebagai kegiatan ekstra kulikulerku disekolah. Huh! Andaisaja tadi aku mendengarkan kata kata seonsaengnim untuk menunda melanjutkan lukisanku, dan andai aku tidak menolak ajakan sahabatku ji eun untuk pulang bersama, mungkin aku tidak akan kehujanan dan basah kuyup seperti ini. Omona.. nasibku sangat tidak baik hari ini.

 Aku terus berlari menuju halte bus. Sambil memeluki tasku agar tidak kebasahan, kulirik jam tanganku. “aigooo.. sudah pukul 5 sore, eomma akan mengkhawatirkanku. Aiiisshh~ mengapa jalanan ini begitu becek hanya karna hujan beberapa waktu?! Jinjja sirheo!!”

 Aku terus melangkah dan mengomel sendiri, dan akhirnya halte bus itu terlihat juga.. sedikit lagi.. aku mempercepat langkahku agar bisa cepat cepat sampai.

 “ah.. lega sekali rasanya sekarang aku bisa berteduh sambil menunggu busku tiba” kataku pada diri sendiri, sambil membereskan rambutku yang berantakan karena air hujan. Tunggu, sepertinya aku tidak sendirian. Ku putar kepalaku untuk melihat ke bangku tunggu, dan benar saja, kulihat seorang namja tengah duduk sambil membaca sebuah buku. “serius sekali sih!” celetukku pelan. Kulirik jam tanganku sekali lagi, masih pukul 5.10, di sore hari seperti ini biasanya bus ku datang pukul 5.30. sial ! aku harus menunggu 20 menit lagi. Kuhampiri bangku panjang itu, dan segera duduk . kakiku sudah tak kuat lagi berdiri setelah berlari lari tadi.bagaimana tidak ?! jarak dari sekolahku kesini lumayan jauh.

 DEG. Aku sangat terkejut saat namja itu menoleh ke arahku, dan bodohnya lagi aku seolah olah tertangkap basah sedang memperhatikannya. Seketika kupalingkan wajahku darinya. Aiiisshh ~ sungguh memalukan. Mina-ya~ kenapa kau bisa se-babo ini ? pipiku pasti sudah berubah menjadi sangat merah saat ini, eotteohke ?!

 Kulihat sebuah tangan menyodorkan sehelai handuk padaku. Kupandangi handuk putih kecil itu, lalu ku alihkan pandangan ku kepada wajah pemberinya. Ya.. benar. Namja yang sedari tadi membaca buku itu menawarkan sebuah handuk kecil padaku. Dia tersenyum, dan spontan senyumannya itu membuatku meleleh.

 “ini ambillah! Kulihat kau basah kuyup sekali , jadi pakailah ini!,” katanya sambil terus tersenyum.

 Tuhan, apakah kau sedang mengirim seorang malaikat untukku? Dia sungguh mempesona, aku tak tahan lagi dengan pesonanya. Dan sekarang aku yakin dia telah melihat pipiku yang semakin memerah, ini sangat memalukan.

 “gomapseumnida.” Jawabku sambil meraih handuk yang ditawarkannya. Kutempelkan handuk itu di pipiku yang terasa semakin panas, mungkin sekarang sudah seperti udang rebus atau tomat busuk. Aku melihatnya tertawa pelan tapi sangat geli.

 “Ya!! Kau ini lucu sekali , aku pikir yang basah kuyup itu rambutmu tapi kenapa yang kau usap dari tadi itu pipimu?!” ucapnya geli.

 “ah, ne…. “ jawabku malu. Entah apa yang harus aku katakan, aku kehabisan kata kata. Kondisi ini hanya membuatku terus menerus mempermalukan diriku sendiri.

 Lantas segera kupindahkan handuk dari pipiku dan kucoba untuk mengeringkan rambutku. Kurasa namja itu masih enggan mengalihkan pandangannya dariku. Ini semakin buruk~ u.u T_T

 Pyeongsaeng gyeote isseulge, i do.. neol saranghaneungeol, i do..Neungwa biga wado akkyeo juyeonseo, i do.. neoreul jikyeojulge, my love..

 Tibatiba terdengar dering suara telpon . ya, lagu itu tidak asing bagiku. Salah satu lagu favoritku juga, penyanyinya adalah bintang bintang yang tak pernah redup, super junior.. oppa oppaku tersayang. Lagu itu terputus saat namja itu mengangkat telponnya.

 “hello mom …”

omo, dia tidak bicara bahasa korea , dia mengobrol dengan ibunya menggunakan bahasa inggris, apa namja ini orang asing ? berbagai pertanyaan bergelayut dipikiranku.

“i am okay mom, don’t worry! Everything gonna be okay …..Tomorrow ? yeah i hope too……. oh OK. Say to daddy that i like korea. Keep your healthy mom….. i love you too”

Benar benar keren! Aku jadi terkagum kagum pada namja ini >_<. Kulihat dia menutup telponnya lalu memasukan smartphone nya ke dalam saku mantel. Dia mengambil buku yang dibacanya tadi lalu menjejalkannya kedalam tas. Aku memberanikan diri membuka mulut dan bertanya padanya.

“apa kau bukan orang korea? “ tanyaku penasaran. Kulihat dia tersenyum dengan manis.

“ani, aku orang korea kok. Hanya saja aku menghabiskan masa kecil dan dibesarkan di Los Angeles, USA” jawabnya.

“ohh… arasseo “ aku mengangguk anggukan kepala. “annyeong!” kusapa dia, memberi tanda bahwa aku ingin mengenalnya. Tapi dia hanya tersenyum padaku, karena sebuah bus berhenti didepan kami.

“bus ku sudah tiba.. aku pergi lebih dulu” katanya pamit. Aku hanya bisa memperhatikannya berjalan dan naik ke bus. Tiba tiba aku tersadar akan sesuatu. Aigooo.. handuknya !! refleks aku berdiri dan berteriak padanya. “ Ya!! Jamkanman !! .. siapa namamu ?? dan ini… handukmu ketinggalan !!” teriakku sekeras mungkin sambil melambai lambaikan tangan. “Ya!! Handukmu !!!” teriakku lagi, namun sia sia . bus telah melaju cepat dan kini semakin menjauh. Aku tidak mungkin mengejarnya kan ? hanya karena sebuah handuk. Sudahlah.. nanti saja ku kembalikan, mungkin aku akan bertemu lagi dengannya. Semoga saja hihi.. hatiku sangat menharapkannya. Semoga saja kita bertemu lagi , gwiyoun namjaga … ^-^

==================***=============================***=============================

“Na wasseo, yeoreobbun … “ sapaku sambil membuka pintu rumah. Kulihat keluargaku sedang asyik makan bersama.

“mina-ya~ kenapa kau pulang terlambat ? wae? Apa kau habis berkencan ?! waah ternyata dongsaeng ku ini sudah mulai dewasa..” ejek heechul oppa.

“ah aniyo! Jangan berkata sembarangan oppa ! enak saja!.. eomma, apa aku pulang selarut ini? Aku pikir sekarang belum saatnya makan malam,” tanyaku pada eomma sambil duduk bergabung bersama mereka.

“ani mina-ya~.. hari ini kakakmu diterima kerja, jadi kami sengaja merayakannya.” Jawab eomma.aku segera beranjak ke arah heechul oppa, langsung saja kupeluk dia yang sedang asyik makan bibimbapnya. 

“huuuaaaaa~ daebak oppa !!! oppa neomu daebaak! Chukkahae oppa, chukkahaeyo !!” kataku girang sambil terus memelukinya.

“ne, aku memang daebak tapi lepaskan pelukanmu !! sesak sekali! Eeeiik, kau basah kuyup? Aiisshh~ jinjja! Apa kau sengaja?!” protes heechul oppa sambil berusaha menyingkirkanku dari sisinya.

“hehehe…” aku hanya menyeringai sambil mengacungkan kedua jariku berbentuk V.

“aiiissshh~ kau ini benar benar evil dongsaeng!!” kata heechul oppa kesal. Eomma dan appa hanya tertawa melihat tingkah kami berdua. Sungguh keluarga yang sangat hangat.

“sudah sudah! Kalian berdua ini sudah dewasa, mengapa masih saja bertingkah seperti anak kecil?” kata appa sambil tertawa geli.

“ne.. appa kalian benar. Ayo mina pergilah mandi dulu dan ganti baju, setelah itu ikutlah makan bersama!.” Tambah eomma.

“OK eomma!” jawabku dan segera bangun. Sebelum beranjak aku menyempatkan mengambil sebuah bibimbap yang ada dipiring heechul oppa, lalu aku mencium pipi eomma dan berlari menuju kamar. Saat berlari aku dapat mendengar celetukan heechul oppa yang sepertinya sangat kesal ,” aiisshh anak itu jinjjaaaaaa~”

=======================***=============================***========================

 Kulemparkan tubuhku ke kasur, ahhh nyaman sekali. Pesta kecil yang sangat menyenangkan tadi. Rasa kantuk mulai menyerangku perlahan. Tapi semua itu hilang saat tiba tiba ponselku berbunyi. Kuraih ponsel itu dari atas meja, kupandangi layarnya. Ada sebuah pesan masuk. “ ah, jieun.. mwo tto ?!” ucapku refleks. Segera kubaca pesan dari sahabatku itu.

 From : Park Jieun

 Mina-ya~ gwaenchanayo ? kau pasti kehujanan tadi . hujannya tak kunjung reda..
Kupandangi jendela kamarku, jieun benar. Hujan masih belum reda juga padahal sudah sejak sore. Kulihat lagi ponselku, dan segera mengetik balasan untuk jieun.

 To : Park jieun

ne, gwaenchana jieun-ah~ aku sangat kebasahan tadi, untung saja fisikku ini sangat kuat jadi aku tidak terserang flu \(^o^)/

tidak lama kemuadian jieun membalas pesanku.

 From : Park Jieun

Rasakan!! Itu karena ke babo-an mu sendiri. Mengapa kau menolak ajakkanku untuk pulang bersama ? huh. Lagipula aku sudah berulangkali mengingatkanmu untuk segera pulang karena langit sudah gelap, tapi kau tetap saja keras kepala. Ya! Neo jeongmal babo.”
To : Park Jieun

arasseo jieun-ah~ .. sudahlah ! meski dalam SMS kau tetap saja cerewet ! mianhe ^_^

kutekan tombol send untuk mengirimkan pesan balasanku, lalu kuletakkan kembali ponselku dimeja seperti sediakala. Kuambil tasku yang basah , lalu kukeluarkan handuk milik namja itu. Kupandangi handuk itu. “Ya! Sebenarnya siapa kau ini ?? kau pasti seorang namja yang lembut dan penuh kasih sayang” kataku. 

 Shining star! like a little diamond ! makes me love…

Ponselku berdering lagi. Itu pasti pesan balasan dari jieun yang ingin menceramahiku. Kuraih ponselku dan melihat layarnya. Eh, bukan dari jieun . kubuka pesannya , lagi lagi dari orang misterius itu. Siapa sih dia itu? Sudah sebulan ini dia terus mengirimiku pesan . membuat penasaran saja.

From : Mysterious saram

Malam ini dingin sekali, hujanpun tak mau berhenti. Tidurlah dengan nyenyak ! aku ingin kau selalu dalam keadaan baik. jalja~

Lalu kubalas pesannya, meskipun aku tahu bahwa dia tidak akan membalas pesanku itu.

 To : Mysterious saram

 Kya!! Sashil nuguya ? kenapa kau selalu memperhatikanku? Wae? Nuguseyo ?

Sudahlah. Aku tak peduli. Terserah kalau kau mau terus menerus mengirimiku pesan. Ku setel alarm dan kuletakkan lagi dimeja. Kuraih handuk kecil yang ada disebelahnya, lalu kupeluk handuk itu. Wajah namja di halte bus itu terus menerus terbayang dipikiranku. Kutarik selimut, kucoba untuk memejamkan mataku. Nyaman sekali rasanya tidur diiringi suara gemercik air hujan. Jaljayo joheun namja .. ^_^

===================***===========================***==============================

KRIIIIIINNGGG. Bel pulang berbunyi. Aku keluar dari kelas bersama sahabat terbaikku , jieun.

“Mina-ya~! Kau masih tetap ingin menunggunya di halte ? ini sudah satu bulan. Kau tidak bosan ?” tanya jieun

 “Ne, aku harus mengembalikan handuk itu..” jawabku

“jinjja? Ah yang benar ? bilang saja kalau kau telah jatuh cinta pada namja itu. Haaaa~ indahnya love at first sight ..” jieun mengejekku , membuatku malu.

Aku hanya terdiam. Kuulang ulang ucapannya tadi dalam pikiranku. Love at first sight … haha itu konyol, tapi rasanya memang itu yang terjadi padaku sekarang.

 “kyaaa! Annyeong ! “ teriak jungsoo oppa dari belakang. Membuat aku dan jieun kaget.seperti itulah kebiasaannya. Dia menggantungkan lengannya pada bahuku dan jieun.

 “Ya! Oppa! Hentikanlah kebiasaanmu mengagetkan orang!” maki jieun pada kakaknya itu.

 “Ne, maja !” aku menambahkan. Mendukung jieun.

 “Ah, ne ne. Arasseo! Kalian kompak sekali sih !” jawab jungsoo oppa kesal. Dia mengangkat tangan kanannya dan mulai mengacak acak rambutku.

 “Mina-ya~ annyeong! Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihatmu. Bogoshipoo~.”

 “aiishh oppa hentikan ! kau merusak tatanan rambutku!” gerutuku.

“oppa, bagaimana bisa kau tidak melihat mina? Padahal setiap hari kita bersekolah di sekolah yang sama, bahkan kelasmu hanya terhalang satu kelas dengan kami.” Cela jieun pada jungsoo oppa.

“nado molla nae dongsaeng..” jawabnya santai .

“yasudah, gereom kaja oppa !” ajak jieun.

“Mina-ya~ apa kau mau pulang bersama dengan kami ? “ tanya jungsoo oppa padaku.

“aniyo oppa, aku akan mengambil sesuatu dari loker terlebih dahulu.” Jawabku.

“oh, ara. Yasudah kalau begitu, kami pergi duluan ya mina..” pamit jungsoo oppa diikuti dengan jieun yang tersenyum padaku.

 Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat kakak beradik itu akur seperti sekarang. Pasti karena ada acara keluarga hari ini sehingga mereka pulang bersama. Mereka sangat mirip seperti aku dan heechul oppa, kami selalu bertengkar saat bersama, tapi sebenarnya kami sangat saling menyayangi. Aku sendiri sudah menganggap jungsoo oppa seperti kakakku sendiri. Begitupun jieun dan heechul oppa, bahkan mereka terlihat lebih dekat dibanding aku dan jungsoo oppa. Aku curiga, sepertinya heechul oppa membuat kelompok rahasia bersama jieun, untuk mengintaiku terus menerus, buktinya heechul oppa selalu tahu rahasia rahasiaku. ( -.-“ )

Kuhampiri lokerku. Ternyata benar dugaanku. Lagi lagi sekuntum mawar tertempel di pintu lokerku. Kutarik selotip yang merekatkannya, lalu kucium wangi mawar merah itu. Hari ini mawar yang ke 13. Entah dimulai sejak kapan, setiap hari jumat setiap minggunya aku akan menemukan sekuntum mawar tertempel di lokerku. Dan siapa pengirimnya sampai saat ini aku sama sekali tidak tahu. Aku yakin orang ini juga yang sering mengirimku pesan misterius. Hah penggemar rahasia… memikirkannya membuatku geli. Memangnya ini drama ?! apa orang ini tidak memiliki keberanian sama sekali ya untuk menemuiku dan mengutarakan perasaannya itu ? atau sengaja ingin mempermainkanku dan membuatku menerka nerka? Babo~. Aku tak akan peduli ataupun penasaran. terserah saja, kau akan terus menerus seperti ini atau muncul dihadapanku.tapi, terimakasih untuk semua perhatianmu. Semua itu membuatku merasa tersanjung. Kuputar kunci loker dan kutarik pintunya. Kumasukan mawar itu kedalam loker, dan dia bergabung bersama mawar mawar lainnya yang sudah hampir kering. Ku ambil sehelai kain putih yang telah berada didalam sana selama hampir satu bulan. Aku sendiri sudah hampir putus asa menunggu pemiliknya datang.

Baiklah. Sudah kuputuskan. Hari ini akan jadi hari terakhir aku menunggu namja itu di halte bus. Jika hari ini aku tidak menemukannya juga, aku akan berhenti. Lagipula ini tidak pantas, aku menunggui seorang namja yang aku bahkan tidak mengenalnya seperti aku menunggu kehadiran seorang kekasih yang telah lama tidak berjumpa, dan hanya karena sebuah handuk kecil ? hahaha rasaanya aku ingin mentertawai kebodohanku selama ini. Aku hanya merasa tidak nyaman saja , benda itu miliknya dan aku harus mengembalikannya, dia kan tidak bilang bahwa dia memberikan ini untukku.

Aku duduk tepat ditempat aku duduk bersama namja itu sebulan yang lalu.setelah hari itu, aku sengaja menyibukkan diriku sendiri dengan berbagai kegiatan agar pulang lebih sore dan berharap bisa bertemu dengannya. Tapi kenyatanya nihil. Namja itu tak pernah lagi terlihat muncul di halte.

“5 menit lagi…” kataku pada diri sendiri setelah kuliirik jam tanganku. Dan melanjutkan menunggu. Sungguh aku benci menunggu hal yang tidak pasti, tapi entah kenapa aku terus melakukannya.. padahal aku tidak tahu apakah dia akan datang lagi kesini atau tidak, atau bahkan sekedar lewat dan bertemu dijalan.aku memang babo~

Cukup. Waktunya habis. Aku tidak akan menunggunya lebih lama lagi. Dia tidak akan datang. Pertemuan waktu itu mutlak hanya kebetulan semata. Dia pasti hanya sedang jalan jalan disekitar sini dan tidak terpikirkan untuknya kembali kesini.

Busku tiba. Aku bangkit dan melangkahkan kakiku dengan malas menuju pintu bus yang sudah terbuka menunggu aku datang. Kesal sekali rasanya. Sudah berapa banyak waktu yang kuhabiskan untuk menunggu seorang namja asing yang aku bahkan tidak tahu namanya. Ini semua berakhir sekarang. Mungkin kemarin aku masih bisa sedikit berharap untuk bisa bertemu dengannya, tapi kali ini aku benar benar lelah , aku akan mengubur semua keinginan bodoh itu. Tidak ada cinta pada pandangan pertama ! itu bodoh, omong kosong. Yang terjadi pada pandangan pertama itu hanya rasa tertarik, itu lebih tepat disebut kesan pertama. Cinta hanya akan terjadi jika pandangan pertama lalu diikuti pandangan kedua dan seterusnya , hingga akhirnya kita hanya bisa memandangnya seorang, dan benar benar terjatuh padanya. Dan berarti itu jodoh. Karena tuhan mempertemukan kita lagi dan lagi hingga cinta itu muncul dan menjadi kuat. Namun untuk kasusku kali ini, ah konyol sekali. Aku bahkan tidak dipertemukan lagi setelah pertemuan pertama itu, artinya sangat jelas, kita tidak berjodoh. Aku hanya tertarik padanya secara sepihak. Ya wajar saja, Yeoja mana yang tidak akan meleleh saat melihat angelic smile nya itu. 

Aku berjalan menaiki undakan bus , aku merasa tidak enak dengan ahjussi yang melihatiku terus , pasti dia bertanya tanya dalam pikirannya, “Ya! Bocah, kau mau naik atau tidak?!” karena aku terus melamun.

BRUUUUKK. Tiba tiba terdengar bunyi seperti suara beberapa buku berjatuhan. Aku menoleh untuk melihatnya, dan OMONA!! Namja itu, namja yang sebulan ini terus aku tunggui, dia ada dihalte ini. Apa aku sedang bermimpi ?? aku segera melompat turun dan berbalik.

“Mianhamnida ahjussi, aku tidak jadi naik.” Aku membungkukan badan meminta maaf pada ahjussi sopir bus. “

“gwaenchana,” jawab ahjussi itu singkat dan bus pun segera berlalu.

Aku menghampiri namja itu. Dia sedang berjonkok membereskan kembali buku bukunya. 

“aiiishh~ kenapa buku buku ini harus jatuh sih?” dia mengeluh.

Aku berjongkok membantunya membereskan buku buku itu, dia terkejut dan mendonggak melihatku. Dia tersenyum. Aigooo, senyum yang sangat aku rindukan. Rasanya seperti mendapatkan vitamin. Manis sekali, melihatnya tersenyum seperti itu membuatku merasa seolah olah berada disurga bersama seorang malaikat yang sangat tampan. Penantianku tidak sia sia. 

Advertisements